Focus Group Discussion (FGD) Budaya Refleksi Guru: Mengisi Masa Libur Sekolah dengan Pengembangan Kompetensi

Malang, 23 Juni 2026 – Memasuki masa libur sekolah setelah berakhirnya kegiatan pembelajaran dan penilaian akhir semester, SMKN 13 Malang tetap menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Budaya Refleksi Guru yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Aula SMKN 13 Malang.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk menjadikan masa libur sekolah tetap produktif melalui refleksi dan pengembangan kompetensi pendidik. Seluruh guru mengikuti diskusi secara aktif dengan tujuan mengevaluasi proses pembelajaran yang telah berlangsung selama satu semester sekaligus merancang strategi peningkatan kualitas pembelajaran pada tahun ajaran berikutnya.

Pelaksanaan FGD Budaya Refleksi Guru ini mendapat pendampingan langsung dari Pengawas SMK, Bapak Pudji, serta Kepala SMKN 13 Malang, Ibu Tisna Hestiningtyas, M.Pd. Kehadiran keduanya memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh guru untuk terus mengembangkan budaya refleksi sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan FGD ini, para guru berdiskusi mengenai berbagai aspek pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, asesmen, hingga tindak lanjut pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Melalui forum ini, para pendidik saling berbagi pengalaman, tantangan, serta praktik baik yang telah diterapkan di kelas sehingga dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya.

Suasana diskusi berlangsung hangat, aktif, dan penuh semangat. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membahas berbagai topik refleksi yang kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya belajar sepanjang hayat bagi guru sebagai tenaga profesional.

Dalam arahannya, Bapak Pudji menyampaikan bahwa refleksi merupakan langkah penting dalam proses peningkatan kualitas pembelajaran. Guru diharapkan mampu mengidentifikasi keberhasilan maupun tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran sehingga dapat menyusun strategi perbaikan yang lebih efektif di masa mendatang.

Sementara itu, Ibu Tisna Hestiningtyas, M.Pd. menegaskan bahwa masa libur sekolah tidak hanya dimanfaatkan sebagai waktu beristirahat, tetapi juga menjadi momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi diri dan pengembangan kompetensi. Menurutnya, guru yang terus belajar dan beradaptasi akan mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas kepada peserta didik.

“Melalui kegiatan refleksi ini, kami berharap seluruh guru dapat terus meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogiknya. Hasil refleksi yang diperoleh diharapkan menjadi dasar dalam menyusun pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan berpihak pada peserta didik,” ungkap beliau.

Kegiatan FGD Budaya Refleksi Guru ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berkembang tidak berhenti ketika peserta didik memasuki masa libur sekolah. Justru pada momen inilah para guru SMKN 13 Malang memanfaatkan waktu untuk memperkuat kompetensi, memperdalam refleksi, dan mempersiapkan layanan pendidikan yang lebih baik pada tahun ajaran mendatang.

SMKN 13 Malang terus berkomitmen mewujudkan budaya refleksi, pembelajaran berkelanjutan, dan peningkatan mutu pendidikan demi menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *