Saat Bapak Ibu Guru Melepas Penat: Panggung Tawa, Busana Adat, dan Lagu Nasional

Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia kali ini terasa lebih meriah. Tidak hanya para siswa yang menunjukkan aksi dan bakat terbaik mereka, para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pun turut ambil bagian menjadi peserta lomba.

Keseruan pecah saat Lomba Sambung Lagu Nasional dimulai. Sistem pembagian kelompok yang sengaja diundi menjadi kejutan tersendiri, memaksa para guru keluar dari lingkar kenyamanan mereka agar saling berbaur dengan rekan dari unit atau mata pelajaran lain. Suasana mencair saat mereka bahu-membahu mengingat bait lagu perjuangan, diselingi tawa jenaka ketika ada yang keliru menyambung lirik dan koreo.

Tak kalah meriah, panggung makin hangat ketika para guru melangkah percaya diri dalam Fashion Show Baju Adat. Balutan kebaya anggun, beskap gagah, hingga busana adat Nusantara dari berbagai daerah dibawakan dengan penuh rasa bangga.

Penjurian: Ibu Tisna Hestiningtyas, M.Pd. hadir sebagai juri, menyaksikan setiap aksi dengan senyum hangat dan memberikan penilaian penuh apresiasi atas keberanian serta antusiasme para GTK

Wajah-wajah segar penuh tawa dari bapak ibu GTK memperlihatkan semangat yang luar biasa. Rasa lelah dari rutinitas harian menguap berganti energi kebersamaan yang makin erat.

Suasana bangga kian terasa saat Ibu Kepala Sekolah menyerahkan penghargaan secara langsung kepada para pemenang. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat kekeluargaan dan kekompakan yang ditunjukkan seluruh GTK.

Melihat para pendidik saling mendukung dan tertawa bersama menjadi pemandangan yang menyentuh hati. Lewat undian kelompok dan panggung kebersamaan ini, terbukti bahwa di balik ketegasan mereka di kelas, ada ikatan kekeluargaan yang begitu hangat menghidupkan suasana sekolah.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *