Pererat Silaturahmi, SMKN 13 Malang Gelar Halalbihalal dan Doa Bersama untuk Peserta LKS

SMKN 13 MALANG – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti lingkungan SMKN 13 Malang pada hari ini. Mengawali kegiatan setelah libur Idulfitri, seluruh warga sekolah menggelar rangkaian acara Halalbihalal yang dimulai dengan apel pagi bersama para taruna-taruni di lapangan utama.

Kegiatan diawali dengan Apel Bersama yang diikuti oleh seluruh taruna-taruni dengan tertib. Dalam momen ini, sekolah secara khusus mengadakan sesi doa bersama untuk memberikan dukungan moral dan spiritual kepada para siswa perwakilan SMKN 13 Malang yang akan berlaga dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi.

Doa ini dipanjatkan dengan harapan agar para delegasi diberikan kelancaran, kepercayaan diri, dan mampu membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi nama baik sekolah.

Usai apel, suasana berubah menjadi haru dan ceria saat tradisi bersalam-salaman dimulai. Seluruh murid berbaris rapi untuk bersalaman dengan jajaran guru dan staf. Tradisi ini menjadi simbol pembersihan diri dan penguatan ikatan batin antara pendidik dan peserta didik, menghapus segala khilaf yang mungkin terjadi selama proses belajar mengajar.

Rangkaian acara berlanjut ke Masjid Insan Kamil SMKN 13 Malang untuk agenda Halalbihalal khusus bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).  Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara merdu oleh Ustadz Ahmad Fuad Awfaz, M.Pd. Acara ini dihadiri oleh sosok-sosok penting yang selama ini menjadi mitra sekolah, di antaranya:

  • Bapak Sunarto dari Kodim selaku pembina kedisiplinan.

  • Bapak Yosafat dari Polsek Lowokwaru.

  • Guru Purna Tugas SMKN 13 Malang yang hadir untuk tetap menjaga tali silaturahmi dengan almamater.

  • Seluruh jajaran GTK SMKN 13 Malang.

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk menyatukan visi kembali, memperkuat sinergi antara sekolah, aparat keamanan, dan para senior yang telah purna tugas demi kemajuan pendidikan di SMKN 13 Malang,” ujar kepala sekolah dalam sambutannya.

Kultum: Memaknai Idulfitri dan Filosofi Ketupat-Opor

Acara inti diisi dengan kultum (kuliah tujuh menit) oleh Ustadz Andrik Fiyono, S.Pdi. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas esensi Idulfitri sebagai momentum kembali ke fitrah manusia yang suci.

Selain aspek religius, Ustadz Andrik juga menjelaskan sisi antropologis dari budaya Indonesia pasca-Lebaran, yakni filosofi Ketupat dan Opor.

“Ketupat atau ngaku lepat adalah simbol mengakui kesalahan, Inilah alasan mengapa Opor selalu dipasangkan dengan Ketupat; jika Ketupat adalah pengakuan dosa atau kesalahan, maka kuah Opor (santan) adalah simbolisasi dari permintaan maaf yang tulus.,” jelas beliau di hadapan para GTK

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *